(tenggak air es)
well, apa kabar ?
semoga kalian semua pembaca blog mamasaurus dalam kondisi sehat-sehat ya.. dan semoga gaji kalian sudah masuk ke rekening masing-masing :)
saya dan ope baru kembali dari Belitung minggu lalu.
not for a honeymoon actually, tapi mengurusi rumah keluarga yang akan dijual.
tapi kami pergi berdua saja, dan pantai Belitung sangat indah untuk dijelajahi dan diabadikan..jadi sekalian lah ya..kami liburan juga. lumayan..menghilangkan jenuh di antara rutinitas sehari-hari. kami pergi on weekdays, dan bukan pada peak season..jadi it's so perfect! pantai sepi dan tiket pesawat sangat bersahabat.
di sore yang panas ini saya terpikir tentang poligami.
karena dari ruangan saya di basecamp, saya bisa mendengar percakapan para wanita yang kebetulan bekerja malam hari sebagai Pemandu Lagu, dan satu wanita bersuami yang memiliki 'brondong'.
hahaha..what a complicated life isn't it ?
begini..poligami itu bisa saja terjadi karena adanya si wanita ketiga yang tak kenal lelah menggoda si pria beristri.
menggoda di sini dalam berbagai sisi ya.. entah bbm mesra, rajin telepon, sampai ke pertemuan yang lebih intim.
mungkin saja semuanya itu berawal dari panggilan mesra si wanita kepada si pria.
dari obrolan yang tak sengaja saya dengar, si wanita sedang bertelepon mesra dengan si pria yang dipanggilnya 'ayah'.
"ayaah..kok gak bbm aku siih ?"
"ayah udah makan ?"
"bener ya yaah..serius sama aku.."
panggilan mesra menjadi modus kedekatan si wanita dengan si pria beristri.
ada yang punya sebutan "ayah", "papa", "papi", "abi", "beb", "sayang", "ayang",dan "abang".
nah kalo sudah dipanggil dengan 4 sebutan terdepan, biasanya hubungan sudah sangat dekat dan rasa memiliki di antara keduanya sudah semakin erat. bisa jadi poligami akan segera terjadi. minimal si wanita sudah mendapat jatah rutin dari si pria. entah apa lah jatah rutinnya ; pulsa, uang belanja atau kasih sayang..haduh.
kemarin teman saya beropini tentang sang ustadz kondang yang berpoligami. padahal dari istri pertamanya sudah mendapat 7 orang anak, you know lah yaa.. kata teman saya yang pernah ikut pesantrennya sang istadz, pantas saja sang ustadz berpoligami dengan yang lebih cantik dan lebih muda, karena sang istri pertamanya adalah seorang wanita yang membosankan. berbeda dengan sang istri muda yang selalu mau diajak berkuda, naik motor gede, dan aktivitas 'lelaki' lainnya bersama sang ustadz.
what? membosankan? helooow.. dia sudah melahirkan dan membesarkan 7 orang anak dan sekarang masih harus tetap riang gembira mengikuti aktivitas suaminya ?? dan dengan gampangnya dibilang membosankan dan akhirnya harus merelakan suaminya ke pelukan wanita lain yang lebih muda dan cantik? oh beratnya jadi seorang istri :((
teman saya yang lain, yang suaminya terang-terangan bilang 'saya mau kawin lagi' itu selalu bertanya-tanya apa yang salah dengan dirinya, sampai-sampai suaminya kawin lagi dengan sahabatnya sendiri. padahal dia merasa sudah totally sebagai seorang istri. setelah melahirkan anak keduanya yang hanya berjarak setahun lebih dengan anak pertamanya, kehidupannya hanya untuk keluarganya. ia lupa mempercantik diri, merawat kulit, penampilan dan tidak pernah lagi keluar sendirian untuk sekedar me-time.
jadiii..kesimpulannya adalaah..
~to be continued.
~ylz


