Rabu, 25 Oktober 2017

..do the tango.

#jakartasaatterik

belakangan saya kok kepingin hamil lagi.
suka sedih liat cewe hamil..kayanya mereka bahagiaa banget..makin disayang suami, diperhatiin, dimanja.
apalagi liat ibu2 yang baru punya baby..aduuh senangnyaa..
saya pengen punya anak banyak.

tapii apalah daya.
mungkin itu hanya sebatas angan-angan..:((
it's so sad to realize that we didn't make a big effort to make it..
selalu habis waktu untuk kami berdua.
habis energi, habis gairah pula.

tapi saya selalu mencoba melihat dari sisi positif.
mungkin ini yang Allah mau untuk saya.
banyak 'kalo nanti..terus gimana' yang berseliweran di kepala.
atau mungkin sebenarnya hal ini cuma saya yang kepengen, dia gak.
so how we do the tango when you're alone on the dance floor??

sementara mimpi lagi deh..






Rabu, 18 Oktober 2017

..demi.

Jakarta, day 58.
18 Okt 2017.

Berjibaku dengan macet dan jarak yang jauh antara rumah dengan kantor kali ini lumayan butuh perjuangan.
Rasanya beda dengan 3 tahun lalu.
Sekarang lebih capek, lebih desperate, lebih moody.
Faktor U ya? mungkin saja.
Tapi bedanya kembali ke Jakarta kali ini saya punya motivasi yang jauh lebih kuat dibanding 3 tahun lalu.
Dan motivasi itulah yang bisa membawa saya sampai ke detik ini.
Alhamdulillah.

Dan saat saya bersyukur, Allah Maha Baik pun menambah kenikmatan buat saya.
Belum 2 bulan gaji saya udah naik 2x :)) 
Sungguh nikmat yang harus saya syukuri.

Tak apalah berebut kereta setiap pagi dan sore.
Tak apalah hanya 1 hari dalam seminggu saya bisa tidur nyenyak.
Tak apalah kaki keras banget kaya batang pisang.
Saya akan bertahan sejauh saya mampu.

Demi.


~ydp
di suatu siang yang ngantuk



Kamis, 05 Oktober 2017

..pil pahit.

..aku lupa.
ini malam jum'at ke berapa.
padahal kita baru 6 thn menikah.

yang gak aku lupa bahwa
menikah itu ada part di mana kita hanya bisa
menelan pil pahit mentah-mentah.

mungkin sambil memejam matanya.
mungkin sambil dipencet hidungnya.
atau juga sambil muntah-muntah.

tapi ya harus ditelan saja.

pahit.

~ylz
malam jum'at ke sekian tanpamu.

_________