Sabtu, 30 Desember 2017

Susah Sinyal

Morning..

Semalem abis nonton Susah Sinyal-nya Ernest. Nina yang mau nonton film itu karena tadinya gw ogah.Tapiii..demi quality time bersama si anak gadis yg sedang liburan, OK lah gw setuju. Lagian jarang-jarang juga sekarang gw sm Nina nonton berdua. Dan ternyata film-nya bagus, ringan,menghibur, bermakna plus disuguhi indahnya pemandangan Sumba. And it's about relationship between mom and her teen daughter, cocok lah ya buat gw sm Nina.

Gw akui how hard the relationship is. Remaja yang udah sudah diatur-atur,yang lebih dekat sama temannya,yang maunya main HP melulu,yang lebih bahagia kalo sama neneknya..

Bagian terakhir nampar gw banget sih. Pertama, karena gw merasa seperti Ellen yang bercerai, kemudian harus kerja cari duit dan menitipkan Akira ke neneknya. Meskipun cerita film ya beda jauh sama kenyataan, Nina gak deket juga sama Ibu-panggilan ke ibu gw. Gak seperti Oma dan Kiara.

Hubungan ibu-anak perempuan ini yang bikin gw merenung. Gw sama Ibu juga gak deket, ada jarak, 'susah sinyal'. Ibu terlalu mendominasi hidup gw. Dengan caranya yang kadang otoriter dan kasar dia mencoba membentuk gw. Sampai-sampai dulu gw takut cerita-cerita dan curhat sama Ibu, karena dia selalu marah pada akhirnya :(. Ibu begitu karena dia gak bahagia dengan Bapak. Remember, Ibunya dulu bahagia maka anak juga akan bahagia. Dan itu yang gak terjadi sama gw dulu.

Sampai sekarang. Better sih sekarang, gw bisa ngobrol sama Ibu karena gw udah tua juga dan berusaha menerima keadaan Ibu seperti itu. Itupun satu-satunya obrolan panjang Ibu dan gw adalah cerita lama yang dia ulang-ulang selama lebih dari 20 tahun hidup gw saat sudah mengerti mengapa Ibu menjadi seperti ini karena dia gak bahagia dengan Bapak, adalah betapa kecewa dan marahnya dia dengan Bapak dan keluarganya. Dan gw selalu diam hanya mendengarkan. Ibu? bisa bercucuran air mata menceritakannya meskipun itu cerita lama yang dia ulang ulang ulang ulang ulang...terus.

Gw satu-satunya anak perempuan Ibu, tapi gw gak pernah merasakan kelembutan Ibu. Ibu gak pernah SMS, telepon, sekedar menanyakan kabar gw atau mendo'akan. Ibu gak pernah memeluk gw, gak pernah menenangkan hati gw, gak pernah membiarkan gw seperti apa adanya. Mungkin sekarang pada akhirnya, but I still found it's a hard relationship between me and Ibu.

Gw selalu berusaha selalu ada buat Nina dan jadi tempat dia curhat, tetep aja gw masih merasa Nina jaga jarak sama gw. Kadang gw juga terlalu galak sama dia. Tujuan gw sih berusaha bikin dia hidup teratur dan rajin, hormat sm orang tua, tapi gw suka lupa bahwa Nina adalah pribadi berbeda dengan gw dan dia juga punya ritme hidupnya sendiri sekarang. Itu yang kadang bikin gw berasa 'susah sinyal' sama dia dan akhirnya bikin gw frustasi dan ujung-ujungnya gw marah.

Panjang kan ngomongin 'susah sinyal'?
Well, mungkin versi saya gak sama dengan versi kalian.
What's your version ?

#jammakansiang
Kelapa Gading 13 April 2018

Rabu, 25 Oktober 2017

..do the tango.

#jakartasaatterik

belakangan saya kok kepingin hamil lagi.
suka sedih liat cewe hamil..kayanya mereka bahagiaa banget..makin disayang suami, diperhatiin, dimanja.
apalagi liat ibu2 yang baru punya baby..aduuh senangnyaa..
saya pengen punya anak banyak.

tapii apalah daya.
mungkin itu hanya sebatas angan-angan..:((
it's so sad to realize that we didn't make a big effort to make it..
selalu habis waktu untuk kami berdua.
habis energi, habis gairah pula.

tapi saya selalu mencoba melihat dari sisi positif.
mungkin ini yang Allah mau untuk saya.
banyak 'kalo nanti..terus gimana' yang berseliweran di kepala.
atau mungkin sebenarnya hal ini cuma saya yang kepengen, dia gak.
so how we do the tango when you're alone on the dance floor??

sementara mimpi lagi deh..






Rabu, 18 Oktober 2017

..demi.

Jakarta, day 58.
18 Okt 2017.

Berjibaku dengan macet dan jarak yang jauh antara rumah dengan kantor kali ini lumayan butuh perjuangan.
Rasanya beda dengan 3 tahun lalu.
Sekarang lebih capek, lebih desperate, lebih moody.
Faktor U ya? mungkin saja.
Tapi bedanya kembali ke Jakarta kali ini saya punya motivasi yang jauh lebih kuat dibanding 3 tahun lalu.
Dan motivasi itulah yang bisa membawa saya sampai ke detik ini.
Alhamdulillah.

Dan saat saya bersyukur, Allah Maha Baik pun menambah kenikmatan buat saya.
Belum 2 bulan gaji saya udah naik 2x :)) 
Sungguh nikmat yang harus saya syukuri.

Tak apalah berebut kereta setiap pagi dan sore.
Tak apalah hanya 1 hari dalam seminggu saya bisa tidur nyenyak.
Tak apalah kaki keras banget kaya batang pisang.
Saya akan bertahan sejauh saya mampu.

Demi.


~ydp
di suatu siang yang ngantuk



Kamis, 05 Oktober 2017

..pil pahit.

..aku lupa.
ini malam jum'at ke berapa.
padahal kita baru 6 thn menikah.

yang gak aku lupa bahwa
menikah itu ada part di mana kita hanya bisa
menelan pil pahit mentah-mentah.

mungkin sambil memejam matanya.
mungkin sambil dipencet hidungnya.
atau juga sambil muntah-muntah.

tapi ya harus ditelan saja.

pahit.

~ylz
malam jum'at ke sekian tanpamu.

_________

Rabu, 30 Agustus 2017

Jakarta, again!

30 Agt 2017.

It's been a week that I hit Jakarta again.

Exciting,fear, doubt my self,tiring and all that mix feeling.

Alhamdulillah ya Allah..
You give me another chance..another way, answer to all my pray.
After all rejections,
the uncomforting,
the ugliest moment in life that i have to loss 4million bcoz of my stupidity.

I can't ask another for more.
This is more than enough.

Although I have to face that difficulties again, i will push my self through the limit.

I know I can..again.

~sleepy afternoon
at new office.


Sabtu, 29 April 2017

..still waiting.

masa-masa menunggu yang menyakitkan.
lebih dari biasanya.
titik nadir kehidupan.
yang membuat umur kepala 4 kian meresahkan.

aku harus bertahan di atas kakiku sendiri.
bahu utk kubersandar hanya sebatas angan-angan.
karena aku hanya bisa diam di sana sebentar saja,
tapi tdk kuandalkan.
itupun dgn segala air mata yg tak tertahankan.
ah sudahlah..

bukan kewajibanku tapi pada akhirnya harus ada di pundakku.
maka dari itu biarkan aku menjalaninya lagi Tuhan..
Kau pasti mendengar setiap kata hatiku yg terucap dalam2 tak terungkap.
sejuta angan dan asaku.
resahku..letihku..gelisahku..takutku..
marahku..sedihku..sepiku..
putus asaku..
kini semua kusandarkan pada-Mu.
kepada pemilik diri ini dan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

demi ibuku.
dan anakku.

~ylz
di suatu minggu pagi yg sepi

Selasa, 14 Maret 2017

..peran baru dari Tuhan.




Mungkin Tuhan sedang membuatku menjalani peran baru saat ini.
Yaitu peran perempuan yang bergantung pada suami.
Karena Tuhan tau,
Menjadi perempuan yang mandiri bertahun-tahun itu melelahkan.
Tuhan mau aku punya waktu luang lebih banyak.
Untuk memperhatikan, menjaga anakku lebih banyak, bisa pergi kapan saja jika suamiku membutuhkanku menemaninya bekerja di luar kota atau sekedar ingin makan masakanku.

Ya, mungkin begitu.


~ylz

Senin, 13 Maret 2017

..cerita awal tahun yg terlambat.

13 Maret 2017.

Ya, menulis butuh effort. Ide sih sebetulnya berseliweran minta dituangkan.
So sorry, mood menulisku lagi berantakan banget.

udah Maret aja 2017-nya..cepet amat.
awal tahun yg berantakan bgt..meskipun ada juga yang manisnya.

paitnya dulu ya;
masih blm berhasil hamil lagi after curretase..
gak punya gaji..
cuma punya fee tetap 250rb/bln..
dompet kosong..
gak punya tabungan..
ibu jatahnya minta ditambah..
gw cari2 kerja lagi di umur menjelang 42 ini..

sekarang giliran yg manisnya ;
tetiba gw jadi tukang siomay.

iaa..tukang siomay.

siomay bukan makanan favorit gw actually.
makanan favorit gw dari jaman kuda belajar jalan adalah bakso.
tapi kenapa tiba2 gw siang itu tertarik bgt buat bikin siomay?
gw nonton Chef Sandra di acara Sarah Sechan bikin siomay.
and its look so easy and yummy.
besokannya gw ajak Sri untuk eksperimen bikin siomay.
gw beli semua bahan2nya (belum komplit) dan mulailah menguleni.
meskipun cukup percaya diri dengan rasanya, tapi begitu gw kasih ke temen gw dia bilang, 'sumpah ini gak enak banget neng..'
Oh My God.

kepenasaran gw dengan siomay pun berlanjut.
meskipun rasanya belum maksimal, tapi gw dan Sri yakin untuk ngejual siomay itu ke ibu2 di sekolah.
OK, ternyata di sana gak bergitu laku.
bukan rasanya, tapi harganya. dan mereka gak terbiasa makan siomay enak dengan harga 20rb/5pcs.

OK, coba lagi. tambah ini itu. jual lagi. laku. repeat order.
sampai pada titik ada yang komentar bahwa siomay gw adalah siomay terenak di Cirebon yg pernah dia makan! woooow..alhamdulillaaah!

jadilah gw si tukang siomay.. :)))

begitulah hari2 gw ; menguleni siomay, anter siomay ke pembelinya, anter jemput nina, ngurus kerjaan yg fee-nya kecil bgt itu, ke bekasi kalo ada rejeki, and repeat.

tambah lagi cek2 e-mail dan tunggu panggilan kerja.
baru ada 1 perusahaan yg interview gw, terus gak ada kabarnya lagi.
mungkin karena gw ketuaan.
gk tau aja mereka, kalo gw itu multi talenta :0

sekarang? gw lg duduk di pojokan Kartika Sari Bandung.
nemu colokan dan wifi gratis.
sambil nungguin suami yg lagi kerja sm kliennya.
gak tau sampe jam berapa.. aaargghhh ! mulai ngantuk dan bosan.

ya sutralah, jalan aja yuk.
total jajan gw duduk di sini sekitar 60ribuan.

tapi gw seneng bisa ke Bandung lagiiii... and be with him after 2 weeks.

see you soon youlizcious. 
stay humble and happy!

 ~ylz
perut mulai kram