masa-masa menunggu yang menyakitkan.
lebih dari biasanya.
titik nadir kehidupan.
yang membuat umur kepala 4 kian meresahkan.
aku harus bertahan di atas kakiku sendiri.
bahu utk kubersandar hanya sebatas angan-angan.
karena aku hanya bisa diam di sana sebentar saja,
tapi tdk kuandalkan.
itupun dgn segala air mata yg tak tertahankan.
ah sudahlah..
bukan kewajibanku tapi pada akhirnya harus ada di pundakku.
maka dari itu biarkan aku menjalaninya lagi Tuhan..
Kau pasti mendengar setiap kata hatiku yg terucap dalam2 tak terungkap.
sejuta angan dan asaku.
resahku..letihku..gelisahku..takutku..
marahku..sedihku..sepiku..
putus asaku..
kini semua kusandarkan pada-Mu.
kepada pemilik diri ini dan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
demi ibuku.
dan anakku.
~ylz
di suatu minggu pagi yg sepi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar