heyho..
udah lama ya gak nulis lagi..
hari-hariku sedang tidak diisi dengan pekerjaan, tapi dengan bersih2 basecamp, menjaga tanamannya tidak layu, mengantar jemput nina, makan siang dengan sahabat, menemani suami, dan pastinya mendengarkan semua curhat yang datang.
still about the most complicated thing in the world ; marriage.
sebuah negeri antah berantah yang jika kita masuk di dalamnya maka bersiap-siaplah menghadapi sesuatu yang dahsyat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. menyerah atau bertahan, hanya itu pilihannya. pilihan yang sama-sama sulit karena semua ada konsekuensinya.
saat kita bertahan, mampukah kita menghadapi hal yang sama selama berpuluh-puluh tahun yang akan datang? dan jika kita menyerah, bisakah kita menghadapi tantangan berikutnya ; berdiri di atas kaki sendiri?
dan sang sahabat pun memilih untuk menyerah.
tak bisa lagi menahan luka hatinya, air matanya sudah terlalu banyak dikeluarkan karenanya. 9 tahun dan runtuhlah sudah.
hati saya ikut teriris setiap melihatnya.
mungkin inilah yang terbaik untuknya dan anak-anaknya.
karena buat apa kita mempertahankan orang yang tidak mencintai kita?
runtuhlah segala teori saya tentang cinta perlu diperjuangkan.
karena ternyata ada variabel waktu di sana yang bersifat relatif ;
dan sampai kapan kita harus berjuang??
~malamsepi
~ylz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar